Sepintas, orang yang
memakai celana ketat memang terlihat keren dan menarik karena dapat membentuk
lekukan bagian tubuh. Selain itu, memakai celana ketat ini juga begitu simpel
dan tidak membuat ribet pemakainya ketika dikenakan jika dibandingkan dengan rok.
Sayangnya, dibalik semua kelebihan itu, ternyata terselip beberapa ancaman
berbahaya yang mengintai setiap pemakainya. Apalagi jika celana ketat ini
dikenakan oleh seseorang yang memiliki aktifitas padat dan selalu ingin
bergerak, tentu akan lebih beresiko lagi.
Bagi Pria
Bagi Pria
Penggunaan celana
jeans ketat yang terlampau sering menyebabkan daerah di sekitar kemaluan
menjadi panas, sehingga berbahaya untuk sperma. Hasil penelitian di Indonesia
menyebutkan bahwa kualitas sperma pria mengalami penurunan bila terlalu sering
mengenakan celana jeans ketat. Disebutkan, jumlah sperma yang biasanya 60 juta
per mililiter dapat turun drastis menjadi 20 juta per mililiter.
Secara ilmiah, hal ini
dapat dijelaskan. Suhu yang tidak normal pada skrotum, yaitu lapisan yang
melindungi kemaluan, dapat berakibat buruk pada kualitas sperma karena tumpukan
keringat yang tidak bisa keluar di sekitar organ reproduksi. Sehingga dapat
menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma.
Bila diteruskan akan menjadi gatal dan menjalar ke bagian buah zakar.
Bagi Wanita
Banyak para wanita
yang menginginkan penampilan terlihat sexy,sehingga mengenakan pakaian yang
cenderung ketat agar dapat menunjukkan bentuk tubuhnya. Khususnya para pelajar
dan mahasiswa sering sekali mereka mengenakan celana jeans yang ketat, hingga
celana jenis ini menjadi pilihan utama bagi mereka. Tetapi apakah mereka tahu
kalau mengenakan celana jeans terus menerus kurang baik untuk kesehatan
terutama bagi organ intim kewanitaan.
Celana jeans ini
terbuat dari bahan yang cukup tebal, apalagi yang jenis straight jeans atau
celana jeans yang pas di badan. Hal ini dapat menimbulkan rasa panas di bagian
organ kewanitaan dan memicu produksi keringat yang cukup banyak. Ditambah lagi
sirkulasi udara di daerah kewanitaan juga terganggu akibat bahan yang tebal
itu, padahal daerah tersebut memerlukan sirkulasi udara yang cukup, agar
keringat cepat mengering.
Apabila hal ini terjadi
terus menerus maka, daerah itu akan menjadi lembab dan mudah sekali memicu
tumbuhnya jamur. Disamping itu resiko untuk terjadinya iritasi maupun infeksi
juga bertambah besar. Bila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan
membahayakan organ kewanitaan yang mengancam kesehatan reproduksi. Selain itu
dengan menggunakan celana ketat, perut akan terasa sakit dan pernafasan juga
akan terganggu karena perut selalu dalam keadaan tertekan yang pada akhirnya
proses BAK (Buang Air Kecil) dan BAB (Buang Air Besar) juga akan terganggu..
Adapun bahaya memakai
celana ketat yang lain yaitu:
1. Menimbulkan Iritasi dan Jamur
Di negara kita
Indonesia, seseorang ternyata kurang baik jika menggunakan celana ketat karena
iklimnya yang tropis. Hal ini terjadi karena kulit akan sulit bernafas jika
menggunakan celana ketat sehingga cairan keringat yang keluar banyak dan
menyebabkan kulit menjadi lembab, menimbulkan iritasi dan jamur. Dalam kondisi
seperti ini memang jamur akan lebih mudah berkembang.
Jika hal ini telah terjadi,
maka bisa mengakibatkan gatal-gatal pada kulit, utamanya pada bagian pinggul
sampai paha. Jamur yang biasa tumbuh di bagian-bagian tersebutpun
bermacam-macam, seperti jamur kurap yang gejalanya merah menonjol dan gatal,
jamur panu yang menimbulkan bercak coklat dan putih, serta jamur kandida yang
menyebabkan basah dan gatal.
2. Meninggalkan Bekas Hitam
Celana ketat memiliki
pengaruh yang besar terhadap kondisi kulit di sela-sela paha. Awalnya mungkin
radang ringan bisa terjadi. Namun jika prosesnya berlangsung lama, maka bercak
hitam di pangkal paha akan timbul. Sedangkan jika seseorang telah berhenti
memakai celana ketat setelah sebelumnya mendapatkan bekas hitam, maka warna
hitam tersebut bisa saja berkurang atau hilang sama sekali. Akan tetapi proses
menghilangkan bekas hitam tidak mudah dan tidak membutuhkan waktu yang
sebentar.
3. Mengalami Kemandulan
Mengenakan celana
ketat dapat menyebabkan kemandulan hingga bisa menimbulkan gangguan pada organ
reproduksi jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang pada wanita.
Hal ini bisa terjadi karena jamur yang tumbuh di sekitar organ reproduksi atau
organ intim bisa mempengaruhi produktivitas sel telur sehingga menyebabkan
kemandulan. Bukan hanya itu, keputihan, gatal-gatal, flek di area vagina hingga
iritasi bisa juga terjadi pada wanita. Oleh karena itu, sebaiknya wanita
mengenakan rok dalam berpakaian agar kemandulan tidak terjadi.
4. Menurunnya Produksi Sperma
Sebuah penelitian
menunjukkan bahwa menggunakan celana ketat dalam jangka waktu yang panjang bisa
membuat produksi sperma menurun secara drastis. Untuk para pria, menggunakan
celana ketat membuat produksi sperma menurun dari yang seharusnya memproduksi
kurang lebih 60 juta/ mililiter, menjadi 20 juta/ mililiter jika pemakaiannya
dilakukan secara rutin.
Hal ini dikarenakan
keringat yang dihasilkan oleh suhu disekitar alat reproduksinya menjadi
meningkat atau lebih tinggi. Suhu ini tercipta akibat adanya tekanan dari
celana tersebut, sehingga keringat tidak bisa keluar dan kelembabanpun terjadi
pada sekitar organ intim pria. Hal ini juga sesuai dengan pendapat yang
diungkapkan oleh dr Eddy Karta, SpKK dalam konsultasi detikHealth, bahwa
pemakaian celana ketat dalam waktu lama memang tidak disarankan. Sebab, proses
pematangan sperma membutuhkan suhu sekitar 1 hingga 2 derajat lebih rendah
daripada suhu tubuh agar dapat bekerja dengan baik.
5. Menyebabkan Penyakit Paresthesia
Paresthesia adalah
penyakit yang membuat penderitanya merasa kesemutan dan merasa kepanasan
seperti rasa terbakar. Penggunaan celana ketatlah yang membuat penyakit ini
bisa terjadi sehingga hal ini dapat membuat aliran darah menjadi tidak lancar.
Akibatnya kesemutan hingga mati rasa akan dialami, termasuk pada bagian paha
dan pinggul yang biasa terserang penyakit ini, karena terlalu sering
menggunakan celanan ketat.
6. Menimbulkan Penyumbatan Sirkulasi Darah
Memakai celana ketat
bisa menimbulkan penyumbatan pada sirkulasi darah karena pembuluh darah
tertekan di sekitar paha, selangkangan serta pada organ intim. Pada umumnya,
sirkulasi buruk ini biasa disebut varises. Varises bukan hanya terjadi akibat
menggunakan sepatu berhak tinggi saja, tapi ternyata memakai celana ketat juga
dapat menjadi penyebabnya. Akibatnya, pembuluh darah juga bisa membeku karena
gangguan gerakan dibatasi oleh celana ketat. Selain varises, menggunakan celana
ketat juga bisa menimbulkan pembengkakan.
7. Menginfeksi Saluran Kemih
Menggunakan celana
ketat termasuk menggunakan celana panjang ketat, celana dalam ketat atau tidak
pas di sekitar pangkal paha, akan dapat membahayakan kesehatan penggunanya. Hal
ini telah diungkapkan oleh dr. Hillary Jones dari TENA Brand Ambassador bahwa menggunakan
pakaian tersebut dalam waktu lama bisa mengakibatkan infeksi saluran kemih.
Jika hal ini telah terjadi, maka kandung kemih akan mengalami kelemahan atau
bisa membuat kandung kemih terlalu aktif. Selain itu, banyak pula kasus yang
terjadi bahwa testis pria akan rentan terkilir jika sering menggunakan celana
ketat.
8. Merusak Kulit
Ketika seseorang
menggunakan celana ketat, maka kulit akan menjadi lebih mudah bergesekan dengan
celana. Jika hal ini terjadi, maka kulit akan mengalami kerusakan hingga bisa
menyebabkan masalah serius seperti ruam dan infeksi pada kulit. Biasanya
infeksi ini terjadi di sekitar paha karena celana ketat akan semakin
mengetatkan pemakainya dibagian sekitar paha. Apalagi jika bahan celana ketat
yang dikenakan tersebut berasal dari bahan yang kasar, tentu akan lebih
membahayakan lagi sebab akan menimbulkan gesekan yang lebih besar.
9. Mengalami Masalah Pada Saraf
Jika seseorang
menggunakan celana ketat dalam waktu lama, maka akan menyebabkan penyakit
neuritis dari saraf paha luar atau biasa dikenal dengan sindrom Bernhardt
sehingga dapat membuat seseorang mengalami mati rasa, nyeri hingga kesemutan.
Bahkan, para ahli kesehatan sudah berulang kali memberikan peringatan kepada
wanita bahwa dirinya akan lebih rentan menderita gangguan saraf jika
menggunakan celana ketat. Namun apabila dilanggar, maka bisa menyebabkan
deformasi kerusakan tubuh dan saraf.
10. Mengganggu Usus
Menurut dr. Octaviano
Bessa, yakni seorang internis dari Stamford Connecticut mengungkapkan bahwa
menggunakan celana yang terlalu ketat bisa mengganggu mobilitas usus. Hal
inilah yang biasanya membuat seseorang merasa merasa ada yang kurang nyaman dan
mengalami sakit pada perut setelah dua jam hingga tiga jam setelah makan.
Sayangnya banyak dari masyarakat tidak menyadari bahwa hal tersebut bisa
terjadi karena disebabkan oleh celana yang ketat yang digunakan.
11. Sesak Nafas
Nah celana ketat dapat
membuat kita sesak karena sirkulasi darah tidak berjalan lancar, selain itu
efek lain yang berbahaya dilakukan adalah sampai pingsan. Sesak nafas juga
dapat membuat pingsan.
12. Menaikkan asam
lambung
Terlalu ketat juga
akan menyebabkan naiknya cairan asam lambung karena tekanan yang terlalu besar
pada perut. Hal ini dapat meningkatkan tekanan di daerah abdominal yang akan
menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.
13. Menyusahkan diri sendiri
Bahaya memakai celana
ketat tentunya akan menyusahkan diri anda sendiri, termasuk didalamnya karena
berbagai penyakit yang akan anda alami. Selain itu berkeringat akan menyebabkan
anda tidak nyaman dengan kondisi yang anda alami saat ini.
Bahaya memakai celana
ketat dapat kita simpulkan tidak hanya berdampak pada pria, melainkan juga
wanita. Bahkan jika cuaca semakin panas, tidak bisa dielakkan bahwa bahayanya
akan semakin bertambah buruk.
Pakaian Ketat menurut
Agama (Islam)
Memakai pakaian yang
ketat dan sesak tidak dianjurkan (makruh) baik dari sudut pandang syari’ah
maupun dari sudut pandang kesehatan. Ada sebagian jenis baju ketat membuat
orang yang mengenakannya sulit melakukan sujud. Jika baju seperti ini
menyebabkan si pemakai sukar mengerjakan shalat atau bahkan menyebabkan dia
meninggalkan shalat, maka jelas hukum memakai baju seperti ini
adalah haram.
Asy-Syaikh al Albaniy berkata bahwa celana ketat itu mendatangkan dua macam musibah :
Musibah pertama, bahwa orang yang
memakainya menyerupai orang-orang kafir. Sedangkan Kaum Muslim memang
memakai celana, akan tetapi model celana yang lebar dan longgar. Model seperti
ini masih banyak dipakai di daerah Suriah dan Libanon.
Umat Islam baru mengenal celana ketat setelah mereka dijajah bangsa eropa.
Musibah kedua, celana ketat
menyebabkan bentuk aurat terlihat dengan jelas. Memang benar bahwa aurat pria
adalah anggota badan antara pusar dan lutut.
Namun seorang hamba
yang sedang melakukan shalat dituntut untuk berbuat lebih dari ketentuan yang
telah ditetapkan oleh syariat dalam masalah busana ini. Ketika dia mengenakan
celana ketat, maka kedua pantatnya akan terbentuk dengan jelas. Bahkan lebih
dari itu, bagian tubuh yang membelah keduanya juga terlihat nyata !
Yang lebih aneh lagi
adalah mayoritas pemuda Muslim biasanya menentang keras apabila kaum wanita Muslimah
memakai baju ketat. Alasan mereka bahwa baju ketat yang dipakai wanita bisa
menunjukkan bentuk tubuhnya secara jelas. Akan tetapi pemuda
ini lupa akan dirinya sendiri. Dia tidak sadar bahwa dia telah mengerjakan
suatu hal yang dia sendiri membencinya.
Jika demikian, tidak
ada bedanya antara wanita yang memakai baju ketat sehingga terlihat lekuk
tubuhnya dengan pria yang memakai celana ketat (jeans dan semacamnya-pen-)
sehingga terlihat bentuk kedua pantatnya. Ketika pantat pria dan wanita
dianggap sebagai aurat, maka hal menggunakan baju ketat bagi mereka
itu sama saja hukumnya, yakni dilarang. Sebenarnya para pemuda wajib menyadari
musibah yang telah melanda mayoritas mereka.
Adapun jika model celana
yang dikenakan ketika shalat tidak ketat dan berukuran longgar, maka sah shalat
yang dikerjakan. Yang lebih baik adalah dirangkap dengan gamis yang bisa
menutup anggota tubuh antara pusar dan lutut. Akan tetapi lebih baik lagi
apabila panjang gamis itu sampai setengah betis atau sampai mata kaki (asalkan
tidak sampai menutupi mata kaki). Hal seperti ini adalah cara menutup aurat
yang paling sempurna.
Dengan latar belakang
inilah Komite Tetap Pembahasan Masalah ‘Ilmiyyah dan fatwa mengatakan“Jika
pakaian tersebut tidak menyebabkan aurat terbentuk dengan jelas, karena
modelnya longgar dan tidak bersifat transparan sehingga anggota aurat tidak
bisa dilihat dari arah belakang, maka boleh dipakai ketika shalat. Namun
apabila busana itu terbuat dari bahan yang tipis sehingga memungkinkan aurat
yang memakai dilihat dari belakang, maka shalat yang dikerjakan batal hukumnya.
Jika sifat busana yang dipakai hanya mempertajam atau memperjelas bentuk aurat
saja, maka makruh mengenakan busan

Komentar
Posting Komentar