Harga murah,
warna menarik, terkesan seksi, atau gambar lucu kerap dijadikan patokan saat
memilih celana dalam. Padahal memilih celana dalam tak bisa sembarangan jika
salah menggunakan celana dalam berdampak besar pada kesehatan tubuh di area
tersebut. Sayangnya hal ini kerap tak disadari banyak kalangan.
Celana dalam
adalah pakaian yang Anda kenakan sehari-hari. Tugas celana dalam cukup penting,
karena mereka melindungi alat kelamin pria dan wanita yang sangat sensitif dan
rentan dengan masalah bila dalam kondisi kebersihan yang buruk yang harus
selalu dijaga kesehatannya. Namun, beberapa hal mungkin sering diabaikan dalam
pemilihan dan penggunaan celana dalam ini seringkali dilupakan oleh sebagian
banyak orang yang harus Anda rubah dan perhatikan mulai dari sekarang juga.
Anda
dituntut harus pandai dalam memilih celana dalam untuk Anda pakai dalam
beraktifitas. Dalam mengenakan celana dalam yang harus Anda lakukan adalah ;
masalah ukuran, waktu dan kondisi penggunaan yang tidak hanya akan mempengaruhi
kenyamanan Anda saja, tetapi juga kesehatan Anda.
berikut
adalah beberapa kesalahan penggunaan celana dalam baik pria dan wanita yang
harus Anda ketahui :
1. Memakai Celana dalam terlalu ketat
Celana dalam
terlalu ketat tidak hanya akan membuat timbunan lemak di pantat
dan pinggang semakin berbentuk. Celana ketat juga bisa membuat kulit teriritasi
dan gatal, khususnya bagi kaum hawa yang selalu memakai celana dalam
seksi setiap harinya yang rentan akan resiko tersebut. Bagi wanita
yang sudah memasuki masa menopause, ini bisa berdampak lebih buruk, seperti
iritasi di dinding Miss V yang
semakin menipis. Bagi pria agar tetap meningkatkan kesuburan, sebaiknya memakai model
celana dalam pria seperti ; celana dalam boxer.
2. Memakai celana dalam pembentuk tubuh
Sekarang
banyak kaum ibu-ibu yang menggunakan jenis celana dalam perempuan pembentuk
tubuh (shapewear) yang diharapkan agar pinggang /pinggul dan
perut mereka tampak lebih ramping. Akan tetapi, secara tidak disadari, dengan
menggunakan celana dalam shapewear mereka mempertaruhkan risiko kesehatannya
sendiri. Karena celana jenis itu bisa menyempitkan sirkulasi atau aliran darah.
Menurut
pakar kesehatan wanita Donnica Moore, M.D. mengatakan “Shapewear yang
benar-benar ketat bisa menekan saraf dan menyumbat sirkulasi darah. Shapewear
juga membuat wanita kesulitan untuk pergi ke kamar mandi. Ini menambah masalah
lain, seperti menahan keinginan untuk buang air kecil.”
3. Tidak memakai celana dalam bahan katun
Preferensi
pribadi Anda dapat mendikte kain yang akan Anda pilih. Dalam urusan bahan
biasanya bagi Anda yang ingin terlihat hidup mewah biasanya akan memilih bahan
yang lebih mahal yaitu memakai celana dalam bahan sutra. Bagaimanapun,
Anda harus pastikan bahwa bagian selangkangan dari celana dalam harus dilapisi
dengan bahan katun.
Dr. Moore
menyarankan kepada Anda “Selama celana dalam memiliki bahan katun di bagian
vital akan dilindungi, Anda tidak perlu cemas. Sementara, sutra dan kain
sintetis yang tidak membuat lancar aliran udara akan menahan kelembaban yang
meningkatkan risko infeksi jamur dan bakteri.”
4. Memakai Celana Dalam Sexy (celana dalam G String
atau Thongs)
Sering
memakai Celana dalam sexy sejenis thongs atau celana dalam g string akan
membuat organ genital akan mengalami infeksi. Jika Anda memiliki kecenderungan
untuk mendapatkan infeksi bakteri atau jamur, jenis celana dalam sexy thongs
hanya akan membuat kondisi Anda kian memburuk. Kata Dr. Moore “Thongs
bisa menjadi transportasi untuk bakteri dari belakang ke depan yang mengacu
pada penyebaran E. coli dari anus ke daerah Miss V.”
Celana dalam
jenis thongs khusus dikenakan bagi wanita hanya menutupi segitiga kecil di area
kewanitaan Anda yang juga bisa sangat menjengkelkan karena memicu gesekan lebih
di daerah vulva dan Miss V. Akan tetapi, itu tidak berarti wanita tidak
bisa memakainya, Anda hanya perlu menemukan dan memilih jenis yang tepat untuk Anda.
5. Memakai celana dalam di malam hari
Mengenakan
celana dalam di malam hari atau menjelang tidur memang sangat bermanfaat untuk
menjaga kesehatan, khusunya dalam meningkatkan kesuburan kata Dr Moore “Meski
setiap orang memiliki preferensi pribadi, dari perspektif pernapasan kulit,
Anda sebaiknya tidur tanpa
pakaian dalam.” Bagi wanita yang akan melalui masa menopause,
memakai pakaian dalam yang lebih longgar dan nyaman adalah tips kesehatan yang
harus dijalani sehari-hari.
6. Tidak Mengganti Celana Dalam yang berkeringat atau
basah
Wanita dan
pria yang cenderung berkeringat harus mengubah pakaian mereka secara
teratur. Dalam mengganti celana dalam anda seharusnya mengganti pakaian dalam Anda dua kali sehari atau lebih sering ketika tidak banyak berkeringat. Siapa saja yang bekerja keluar harus memakai celana bersih secepat mereka bisa.
teratur. Dalam mengganti celana dalam anda seharusnya mengganti pakaian dalam Anda dua kali sehari atau lebih sering ketika tidak banyak berkeringat. Siapa saja yang bekerja keluar harus memakai celana bersih secepat mereka bisa.
Kata Dr
Moore menambahkan kembali “Lingkungan lembab dan hangat adalah tempat yang
sempurna untuk perkembangan jamur.” Ia juga merekomendasikan “orang yang
mudah berkeringat untuk memilih pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang
mudah menyerap kelembaban dan menghindari bahan katun yang tidak mudah kering”.
7. Jarang
berganti celana dalam
Perempuan
yang sering berkeringat sebaiknya rutin mengganti celana dalam, minimal dua
kali per hari. "Udara hangat dan lingkungan lembap tempat yang sempurna
bagi jamur untuk tumbuh”
8. Salah memakai deterjen dalam mencuci celana dalam
Anda mungkin
terhelak bagaimana deterjer bisa mempengaruhi kesehatan kemaluan Anda
lewat celana dalam yang Anda pakai. Salah satu penyebab iritasi kulit yang
patut dipertimbangkan adalah deterjen Anda. Jaringan kulit yang sering
berkontak dengan celana dalam Anda biasanya lebih sensitif daripada bagian
tubuh Anda yang lain.
Kata Dr
Dardik “Banyak merek deterjen yang memiliki konsentrasi parfum yang sangat
tinggi. Saya tidak tahu mengapa banyak wanita ingin Miss V-nya wangi, tapi saya
menyarankan agar menggunakan produk pembersih hypoallergenic untuk mencuci
celana dalam.”
Ternyata
salah dalam memilih dan memakai celana dalam bisa menjadi sangat fatal bagi
kesehatan reproduksi Anda. Maka, Anda harus lebih pintar dalam meimilih dan
memakai celana dalam dengan baik dan benar agar Anda tidak terkena iritasi,
gatal, menjadi sarang tumbuh kembang jamur dan bakteri, serta menyebabkan
masalah lainnya khususnya masalah kesuburan.
Memakai Celana dalam terlalu ketat bisa
berbahaya baik bagi wanita ataupun pria. Berikut adalah berbagai macam bahaya
yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat baik
bagi pria maupun wanita :
1.
Mempengaruhi jumlah sperma
Bahaya yang
dapat ditimbulkan oleh pemakana pakaian dalam terlalu ketat bagi pria ialah
dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi pria. Sebab pemakain celana dalam terlalu
ketat dapat membuat terjadinya penyempitan pada pangkal paha. Sehingga membuat
suhu area skrotum pria akan menjadi hangat. Padahal normalnya susu skrotum pria
harus tetap dingin. Karena saat dalam kondisi hangat produksi sperma akan
menjadi berkurang
2.
Menghambat sirkulasi darah
Pemakain
celana dalam terlalu ketat baik bagi pria maupun wanita dapat menghambat
sirkulasi darah pada bagian area intim. Dampak yang paling akan tersa ialah
menyebabkan mati rasa, ketika demikian maka akan mengganggu sistem saraf.
Kemudian
ketika sistem saraf sudah terganggu serta jaringan di sekitar organ intim tidak
mendapatkan oksigen yang cukup dari aliran darah maka kemungkinan yang bisa
terjadi adalah kematian jaringan. Bisa ditebak efek yang muncul adalah bagian
organ intim anda akan terganggu.
3. Menyebabkan
infeksi vagina
Sedangkan
pada wanita pemakaian pakaian dalam yang terlalu ketat bisa menyebakan
terjadinya infeksi vagina. Sebab saat itu sirkulasi dara sedang terhambat yang
kemudian menyebakan terjadinya iritasi dan peradangan. Ketika peradangan sudah
terjadi makan akan terjadi infeksi yang serius karena bagian yang terinfeksi
sudah menjadi tempat favorit bagi bakteri. Ketika anda membiarkannya maka
masalah yang keronis bisa pada bagian kelamin bisa terjadi.
4.
Meningkatkan asam lambung
Kemungkinan
lain yang dapat ditimbulkan ialah menngkatkan asam lambung, ini karena
pemakaian celana dalam yang terlalu ketat dengan karet pinggang yang tinggi
menyebabkan perut anda tertekan. Dampak terburuk yang bisa ditimbulkan yang
disebabkan oleh pemakaian ini ialah kenaikan asam lambung esofagus dan hasilnya
menjadi heartburn.
5.
Menghambat sirkulasi udara
Agar kondisi
tetap higienis organ intim juga membutuhkan sirkulasi udara, sehingga sangat
tidak dianjurkan untuk menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat karena bisa
menghambat udara. Akibat yang mungkin akan muncul jika kekurangan udara ialah
munculnya keringat berlebihan, ketika sudah demikian maka bakteri akan dengan
mudah tumbuh subur. Penyebab lain yang akan ditimbulkan ialah organ intim akan
lembab dan ketika terkena gesekan akan rentan mengalami iritasi.
6.
Menyebabkan infeksi kandung kemih
Karena
suburnya bakteri yang disebabkan oleh pemakaian dalam yang terlalu ketat bisa
membuat infeksi pada kandungan kemih yang disebabkan oleh bakteri.
7. Menyebabkan
penyakit kulit
Jika sudah
terjadi infeksi berupa bintik merah atau ruam pada pangkal paha yang disebabkan
oleh pemakaian pakaian dala yang terlalu ketat maka jika tidak segera diobati
bisa bertambah parah dan dapat menimbulkan kemungkinan terburuk pada bagian
organ intim

Komentar
Posting Komentar